Postingan

Membuat Soal Online di Google Formulir, Respon terekap otomatis di File Ms Excel

Gambar
 

Inshort Tutorial

Gambar
 

Ingat Pesan Ibu, Ingat 3 M!

Gambar
 

Quizizz Tutorial

Gambar
 

Nilai Karakter dari Pelaksanaan Webinar Series Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Gambar
Coba bayangkan Pandemi Covid-19 ini mewabah disaat pemerintah sedang menggalakan Gerakan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yang merupakan gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), dan olahraga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian dari gerakan nasional revolusi mental. Seakan menjadi hambatan bagi tenaga pendidik bagaimana cara untuk melaksanakan program tersebut ditengah wabah Covid-19, sedangkan sekolah   tidak melakukan kegiatan belajar secara tatap muka tetapi proses belajar mengajar dari rumah. Alhamdulillah ditengah kegelisahan kami selaku tenaga pendidik Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melaksanakan rangkaian webinar secara rutin bagaimana adaptasi pembelajaran kebiasaan baru, sinergi pembelajaran kondisi khusus, mengelolah pembelajaran ...

#puisi Terbayang Luka

Terbayang Luka Malam ini mata tak mau terpejam Menerawang tak tau kemana Hati gelisah tak berujung khayal Hanya suara malam setia menemani Ku tersudut di kamar tanpa batas Terbaring di peraduan tanpa sinar Khayal ini tercipta tanpa maksud Menjelajah ke dunia tanpa ruang Ku coba tuk terpejam sejenak Melupakan ramainya derita Tapi mata sulit melepas lelah Terbayang esok   bertemu luka Muara Enim, 26/02/2015 Mberang Udin Dibacakan di Radio Gema Bukit Asam 105,90 FM di acara Gema Nuansa Kata Jumat malam 17 April 2015 deklamator Soekajat. MT

#PUISI Pena Cinta

Pena Cinta Kata demi kata ku ejah Kan ku rangkai demi cinta Padamu wahai sang pelita Tengadah tangan berharap penuh Menanti mentari di waktu subuh Goresan bait-bait hati menemani Menata ulang rasa bersemi Tertulis cinta di kertas hampa Dimana kata kan terukir Kalaulah hati terasa kosong Paragraf demi paragraf terangkai guratan tinta takan habis berbaris bercerita pada lembaran nafsu Muara Enim, Februari 2014 Mberang Udin Dibacakan di Radio Gema Bukit Asam 105, 90 FM di acara Gema Nuansa Kata Jumat malam 01 Mei 2015 Deklamator Soekajat. MT

#PUISI Kado Ananda

Kado Ananda Senyum manis dibibir ananda hari ini Tangis haru di wajah mungil ananda hari ini Bergetar keluh bergemuruh didada Aduk bercampur jadi satu Bunda…. Belaian kasih mu menghantar ananda disini Untaian doa menjadikan ananda tegak disini Terjaga tidur mu menyemangati ananda Lelah ragamu menguatkan ananda disini Ayahanda…. Keringat letih mu memacuh cita ku Sandaran pundak mu mengokohkan langkah ku Nasehat mu mendamaikan jiwa ku Tuk berdiri gagah menaklukan dunia Ayah dan bunda…. Tak ada yang bisa ananda berikan Tak bisa dengan apa ananda balaskan Tak mampu cinta ini ananda samakan Ananda bersimpuh…. Ananda berdoa…. Memohon…. Semoga Allah memberi jannah kepada kalian Muara Enim, 14/02/2015 Mberang Udin Dibacakan di Radio Gema Bukit Asam 105, 90 FM acara Gema Nuansa Kata Jumat malam sabtu, 24 April 2015 deklamator Soekajat. MT

#PUISI Tanya ku

Tanya ku Ku Tanya air mengapa dunia ini panas Ku Tanya api mengapa tubuh ku menggigil Ku Tanya matahari mengapa malam ini gelap Ku Tanya bintang mengapa siang ini terik Ku tanya burung mengapa aku tak bebas Ku Tanya keong mengapa aku begitu lambat Ku Tanya semua, semua tanya pada ku Ku tak tau jawab, semua tak jawab ku. Muara Enim, 13/02/2015 Mberang Udin

#PUISI Cinta ku online di hati mu

Cinta ku online di hati mu Ku cari cinta di laman hatimu Ku rangkai kata indah Ku tulis di dinding dadaku Kan ku uplod serta wajahmu ke ingatan ku Ku invite perasaan ini ke hatimu Di kala rindu ku loading tak terbendung Ku retweet namamu di jantungku Dan ku hestegkan di kalbu ku Muara Gula Lama, 12/02/2015 Mberang Udin

#PUISI

Diri Waktu berjalan sekejapun tak ada henti Roda dunia berputar menggilas takdir   terasa lambat karena nasib tak sebening permata kadangkala terasa cepat sebab nikmat mendayu dan melenakan tidur berselimut mimpi menunggu pagi berawan cerah terbuai tak siapkan apa-apa seakan cuaca tak berubah esok sesalkan diri dikala awan hitam dan hujan petir mendatangi tak ada senyum disini yang ada rasa kesal meratapi Tuhan tolonglah aku, kenapa begini? Ketika tangan lembut sang maha kasih memberi Diri lupa dan pamer gengsi seakan ini jerih payah pribadi Ketika cambuk kecil mematahkan kesombongan diri Diri tersadar ini bukan abadi Tak ada yang dapat diri banggakan disini Hanya kepada Nya diri kembali Muara Enim, 02 Mei 2015 Mberaang Udin

"Tradisi Gadis Tumpaan: Pesona Unik Pesta di Desa Gunung Menang Sumatera Selatan"

Di sebuah desa kecil bernama Gunung Menang di Sumatera Selatan, terdapat sebuah tradisi unik yang sudah ada sejak zaman dulu kala. Ketika ada acara pesta pernikahan atau khitanan, orang-orang desa akan mengundang orkes melayu dari berbagai daerah. Namun, ada satu hal yang menjadi daya tarik tersendiri dari acara tersebut, yaitu gadis tumpaan. Gadis tumpaan adalah sekelompok gadis dari desa tetangga yang diundang untuk menginap di rumah tumpaan yang terletak di sekitar rumah yang mengadakan acara orkes. Pada malam pertama mereka menginap, banyak bujangan dan tue-tue yang datang untuk berkenalan dan menghabiskan malam bersama mereka. Tradisi ini menjadi semakin menarik ketika di malam kedua, bujangan atau tue-tue tersebut meminjam besan atau kain dari gadis tumpaan yang kemudian akan digunakan saat pesta pernikahan atau khitanan. Sebenarnya, minjam besan ini hanya alasan untuk bisa menghabiskan malam bersama gadis tumpaan. Namun, pada tahun 1990an, tradisi ini mulai meredup. Banyak orang...

Nama Bupati Muara Enim

Nama – nama BUPATI yang perna menjabat di Kabupaten Muara Enim 1.                Amaludin                                               Masa Jabatan : 1950 – 1956 2.               Aziz                                                         Masa Jabatan : 1956 – 1958 3.               Abbas, AR ...

Melangkah Menuju Telaga

Puisi   Melangkah Menuju Telaga Anak kecil berjalan memikul beban Melangkah di jalur yang sukar dilalui Keringat bercucuran, panas menyengat Namun, hatinya tetap bertahan, bersemangat Lelah dan dahaga menggelayut di dadanya Namun, tekadnya tak tergoyahkan Ia terus menapaki jalan berbatu Berharap dapat meraih cita-cita Luka dan lelah tak mematahkan semangatnya Ia tetap melangkah, menggapai telaga Walau setapak demi setapak berat Ia terus maju, tak pernah berputus asa Suara hati yang mencoba merintangi Diacuhkannya dengan segenap hati Karena cita-cita masih di depan mata Ia terus menapaki jalan yang sukar Dan akhirnya, sampailah di tepian telaga Beban terasa ringan, lelah mereda Ia tersenyum dan memandang ke langit biru Mengucap syukur atas perjuangan yang telah dilaluinya                              ...

KERIA / KADES DESA GUNUNG MENANG KEC. PENUKAL

KERIA / KADES DESA GUNUNG MENANG KEC. PENUKAL 1. Gurun (Kerio Sepuh)/25 Thn./ditunjuk,diangkat/ 2. Menabin/12 Thn./ditunjuk dan dipilih Cempu'an/ 3. Goni 4. Jaye/8 Thn....langsung digantikan,/dipilih Cempu'an/ 5. Tarum/4 Thn./ditunjuk,diangkat/ 6. Ojan/8 Thn pertama ditujnjuk, dan 8 Thn kedua dipilih Cempu'an/ 7. Asidin bin Bahtiar, 8 Thn./dipilih 2 putaran/ 8. Mustopa bin Mardan./dipilih, 2 priode/Thn terakhir utk Kerio) 9. H. Masihun bin Senen (Kades),/ 8 Thn. 10. Darmin bin Yahumil,/ 3 Thn, langsung digantikan, 11. Masmin bin Masmin Dalin (Pejabat Sementara),/4 Thn. 12. Surman Dewi bin Sobar,/ 5 Thn. 13 Soharyono bin Asidin,/6 Thn. 14. Sumantri, SE. (Unggul dalam Pilkades tgl 12 Agustus 2013-2019) 15. Sayadi Bin Rejab (2019)

Sejarah Nama Muara Enim

Sejarah Nama Muara Enim Kota Muaraenim, berada sekitar 400 KM dari Kota Palembang. Kota ini sekaligus menjadi ibukota Kabupaten Muaraenim. Wilayahnya dibelah dua sungai; Sungai Lematang (yang mengalir dari arah Bengkulu) dan Sungai Ogan (yang mengalir dari arah Lampung). Kedua sungai itu bertemu—membentuk semacam muara, dan menyatu dalam Sungai Enim. Sungai Enim ini merupakan salah satu anak Sungai Musi di Kota Palembang. Dengan demikian wilayah Kabupaten Muaraenim merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS)—dialiri tiga sungai tadi. Pada masa pendudukan Hindia Belanda, saat struktur pemerintahan di daerah masih berbentuk Marga, di sepanjang aliran tiga sungai itu terdapat beberapa pemerintahan marga. Di jalur Sungai Enim misalnya meliputi Marga Tamblang Ujan Mas sampai Marga Sungai Rotan. Sedangkan di sepanjang Sungai Lematang meliputi Marga Semendo sampai Marga Tamblang Patang Puluh Bubung. Semuanya bergabung dalam Wilayah Administr...